Petani pemilik lahan kecil di negara-negara berkembang memproduksi sebagian besar komoditas pangan pokok seperti jagung, padi, millet, dan sorgum. Namun demikian, sebagian besar dari mereka masih belum terintegrasi secara kuat ke dalam rantai nilai yang terstruktur dan modern. Keterbatasan akses terhadap layanan penyuluhan, lemahnya kelembagaan koperasi, minimnya fasilitas pengeringan dan penyimpanan, serta ketergantungan pada pembeli informal membuat harga di tingkat petani tetap rendah dan pendapatan sangat berfluktuasi. Kondisi ini diperparah oleh berbagai hambatan struktural seperti ketidakstabilan harga, rendahnya daya tawar, tidak adanya sistem grading yang terstandar, kendala transportasi, serta terbatasnya akses terhadap input berkualitas dan pembiayaan yang terjangkau. Pada saat yang sama, variabilitas iklim, degradasi tanah, dan tingginya kehilangan pasca-panen semakin melemahkan daya saing petani kecil dan membatasi potensi pertumbuhan mereka.
Kosona Chriv - 13 février 2026
Teks diterjemahkan oleh AI