Lonjakan permintaan jagung di pasar global, yang dipicu oleh pertumbuhan penduduk, peningkatan konsumsi pangan, dan meluasnya penggunaan jagung dalam industri—misalnya untuk produksi minyak jagung—membuka peluang emas bagi petani kecil dan koperasi, termasuk di Indonesia. Dengan kebutuhan produsen global yang mencapai lebih dari 100.000 MT per bulan, tren pasar ini mendorong para pelaku usaha pertanian untuk berinovasi melalui penerapan teknologi modern, pengembangan benih unggul yang sesuai dengan kondisi lokal, serta pembentukan kemitraan strategis guna mengoptimalkan peran mereka dalam rantai pasokan global.
Panduan ini adalah peta jalan bagi petani kecil dan pelaku agribisnis untuk mengubah hambatan menjadi batu loncatan menuju kesuksesan. Dilengkapi dengan strategi yang dapat diterapkan, contoh nyata, dan pelajaran yang berharga, panduan ini menunjukkan bagaimana mengadopsi kegagalan, mendorong inovasi, dan berkolaborasi secara efektif dapat membangun ketahanan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Baik Anda seorang petani kecil maupun pemilik agribisnis, panduan ini akan mempersiapkan Anda untuk berkembang di tengah tantangan.